Kamis, 30 April 2015

Pergerakan Nasional (1)



Pergerakan Nasional
Pengertian Pergerakan Nasional Indonesia
a. Pergerakan
Pergerakan meliputi segala macam aksi dengan mengggunakan "organisasi modern" untuk menentang penjajahan dan mencapai kemerdekaan. Dengan organisasi ini menunjuk bahwa aksi tersebut disusun secara teratur dalam arti ada pemimpinnya, anggota, dasar dan, tujuan yang ingin dicapai. Penggunaan organisasi modern ini menunjukkan adanya perbedaan dengan upaya melawan penjajah sebelum tahun 1908.

b Nasional
Istilah "nasional" menunjuk sifat dari pergerakan, yakni semua aksi dengan organisasi modern yang mencakup semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya dan kultural dengan tujuan yang sama, yakni melawan penjajahan untuk digantikan dengan kekuasaan yang dipegang oleh bangsa Indonesia sendiri. 
Sartono Kartodirdjo (1990) mengartikan sebagai kata sifat dari suatu "nation" yang menunjukkan kumpulan individu-individu yang disatukan oleh ikatan politik, bahasa, kultural, dan sebagainya.
c. Kesimpulan
Berdasarkan keterangan tersebut dapat dimengerti bahwa sejarah pergerakan nasional adalah bagian dari sejarah Indonesia yang meliputi periode sekitar 40 tahun yang dimulai sejak lahirnya Budi Utomo ( BU) sebagai organisasi nasional yang pertama sampai dengan terbentuknya bangsa Indonesia 1945 yang ditandai oleh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sejarah pergerakan nasional adalah hasil dari perkembangan faktor ekonomi, sosial, politik, kultural, dan religius dan di antara faktor-faktor itu saling terjadi interelasi. Sejarah pergerakan nasional yang dimulai dari berdirinya Budi Utomo (BU) sampai dengan tercapainya kemerdekaan 1945 dapat dibagi menjadi beberapa masa, seperti berikut.
1.     Masa Awal Perkembangan
Ditandai dengan berdirinya oraginisasi seperti Budi Utomo (BU), Sarekat Islam (SI), dan Indische Partij (IP).
2.    Masa Radikal
Ditandai dengan berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Perhimpunan Indonesia (IP)
3.    Masa Bertahan
Ditandai dengan berdirinya Fraksi Nasional, Petisi Sutardjo, dan Gabungan Politik Indonesia (GAPI).
Faktor - Faktor
Lahirnya pegerakan pasional Indonesia dipengaruhi dari berbagai pihak, baik pihak internal maupun eksternal. Faktor faktor tersebut adalah :
Faktor Intern 
·         Adanya penjajahan yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan sehingga menimbulkan tekad untuk menentangnya.
·         Adanya kenangan akan kejayaan masa lampau, seperti zaman Sriwijaya dan Majapahit
·         Munculnya kaum intelektual yang kemudian menjadi pemimpin pergerakan nasional
·         Adanya kaum cerdik pandai
·         Penderitaan, penindasan dan perlakuan deskriminatif
·         Pengaruh politik balas budi
·         Sejarah Masa Lampau yang Gemilang
·         Pengaruh Perkembangan Pendidikan Barat di Indonesia
·         Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia
Faktor Eksternal
·         Adanya All Indian National Congress 1885 dan Gandhiisme di India.
·         Adanya Gerakan Turki Muda 1908 di Turki.
·         Adanya kemenangan Jepang atas Rusia (1905) menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa-bangsa Barat.
·         Munculnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia, seperti liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme mempercepat  timbulnya nasionalisme Indonesia.
·         Kemenangan Jepang melawan Rusia pada tahun 1905
Perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata yang keluar sebagai pemenang dalam peperangan itu adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat juang terhadap para pelopor pergerakan nasional di Indonesia.
·         Masuknya paham-paham baru ke Indonesia
o   Nasionalisme
Arti luas: perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah airnya Terbentuk karena persamaan nasib, budaya, karakter, dan keinginan hidup bersama Arti sempit: perasaan cinta terhadap bangsa yang berlebihan sehingga memandang rendah bangsa lain (chauvinisme)
o   Liberalisme
Dari kata Liberty yang artinya bebas Dicetuskan Adam Smith dalam buku “Wealth of Nations” tentang perjuangan ekonomi Liberal dan mengecam campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi. Juga mempengaruhi bidang politik dan agama Adanya paham Liberalisme memunculkan keinginan menentukan nasib sendiri
o   Sosialisme
Menekankan perhatian pada masyarakat secara keseluruhan Muncul karena perkembangan industrialisasi sebagai dampak liberalisme yang melahirkan golongan kapitalis, Golongan kapitalis mengeksploitasi kaum proletar/kaum miskin (buruh) Kaum proletar bangkit menyuarakan agar segalanya menjadi milik bersama
Tokoh : Karl Marx dari Jerman
o   Pan-Islamisme
Paham yang menginginkan / mencita-citakan manifestasi dari prinsip islam mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat islam di seluruh dunia. Al-wahdah al-islamiyah / al-ittihad al-islamiyah : Umat islam merupakan satu kesatuan yang utuh dan universal di seluruh dunia tanpa kecuali
·         Perkembangan nasionalisme di kawasan Asia-Afrika khususnya di kawasan Asia Tenggara pada paruh pertama abad ke-20
o   Nasionalisme di Filipina
o   Nasionalisme di Vietnam
o   Nasionalisme di Myanmar
Tokoh - Tokoh Pergerakan Nasional
1.     Kiai Haji Samanhudi

Kiai Haji Samanhudi nama kecilnya ialah Sudarno Nadi.(Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, 1868 – Klaten, Jawa Tengah 28 Desember 1956) adalah pendiri Sarekat Dagang Islamiyah, sebuah organisasi massa di Indonesia yang awalnya merupakan wadah bagi para pengusaha batik di Surakarta.Dalam dunia perdagangan, Samanhudi merasakan perbedaan perlakuan oleh penguasa penjajahan Belanda antara pedagang pribumi yang mayoritas beragama Islam dengan pedagang Cina pada tahun 1911. Oleh sebab itu Samanhudi merasa pedagang pribumi harus mempunyai organisasi sendiri untuk membela kepentingan mereka.
Pada tahun 1911, ia mendirikan Sarekat Dagang Islam untuk mewujudkan cita-citanya. Ia dimakamkan di Banaran, Grogol, Sukoharjo. Sesudah itu, Serikat Islam dipimpin oleh Haji Oemar Said Cokroaminito.
  

 2.    HOS Tjokroaminoto
Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto (lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 6 Agustus 1882 – meninggal di Yogyakarta, 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun) adalah seorang pemimpin organisasi Sarekat Islam (SI) di Indonesia.
Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo.
Sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional, ia mempunyai tiga murid yang yang selanjutnya memberikan warna bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Semaun yang sosialis/komunis, Soekarno yang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis. Pada bulan Mei 1912, Tjokroaminoto bergabung dengan organisasi Sarekat Islam. Ia dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta, setelah jatuh sakit setelah Kongres SI di Banjarmasin.
Salah satu kata mutiara darinya yang masyhur adalah Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. Ini menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan.
3.    Haji Agus Salim
Haji Agus Salim lahir dengan nama Mashudul Haq (yang bermakna "pembela kebenaran" tahun 1884 adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Agus Salim lahir dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim dan Siti Zainab. Ayahnya adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau.
Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI) dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto. Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim masih mengenal batas-batas dan menjunjung tinggi
Kode Etik Jurnalistik. Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
4.    Cipto Mangunkusumo
Cipto Mangunkusumo adalah seorang Dokter Pendiri Indische Partij. Cipto Mangunkusumo adalah seorang dokter profesional yang lebih dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan nasional. Dia merupakan salah seorang pendiri Indische Partij, organisasi partai partai pertama yang berjuang untuk mencapai Indonesia merdeka dan turut aktif di Komite Bumiputera.
Awal perjuangan Cipto Mangunkusumo, pria kelahiran Pecangakan, Ambarawa tahun 1886, ini dimulai sejak dia kerap menulis karangan-karangan yang menceritakan tentang berbagai penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda. Karangan-karangan yang dimuat harian De Express itu oleh pemerintahan Belanda dianggap sebagai usaha untuk menanamkan rasa kebencian pembaca terhadap Belanda
Tidak bekerja sebagai dokter pemerintah yang diupah oleh pemerintahan Belanda, membuat dr. Cipto semakin intens melakukan perjuangan. Pada tahun 1912, dia bersama Douwes Dekker dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) mendirikan Indische Partij, sebuah partai politik yang merupakan partai pertama yang berjuang untuk mencapai Indonesia merdeka.
Jakarta merupakan kota terakhirnya hingga akhir hidupnya. dr. Cipto Mangunkusumo meninggal di Jakarta, 8 Maret 1943, dan dimakamkan di Watu Ceper, Ambarawa. Atas jasa dan pengorbanannya sebagai pejuang pembela bangsa, oleh negara namanya dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang disahkan dengan SK Presiden RI No.109 Tahun 1964, Tanggal 2 Mei 1964 dan namanya pun diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat di Jakarta.
 

Selasa, 28 April 2015

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia



KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA

Kolonialisme dan Imperialisme tidak selamanya menyebabkan kerugian bagi negara yang dijajah. Keadaan ini juga menyebabkan beberapa keuntungan diantaranya :
  1. Infrastruktur negara yang dijajah dikembangkan oleh negara penjajah. Seperti pembangunan Jalan Anyer-Panarukan yang dibangun pada masa kekuasaan Daendels. Sampai sekarang, jalan ini masih bisa dipergunakan dengan baik. Apalagi pada waktu itu teknologi pembangunan Indonesia masih sangat jauh dengan Belanda, sehingga bisa kita lihat saat ini bangunan bangunan kuno peninggalan Belanda masih banyak yang berdiri kokoh hingga kini karena dibangun dengan teknologi yang sudah maju.
  2. Negara penjajah yang melakukan ekpsploitasi terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia, membuat negara yang dijajah mengetahui potensi negara yang dimilikinya
  3. Negara penjajah banyak meninggalkan peninggalan budaya yang positif seperti musik, pakaian, dan arsitektur.
  4. Negara terjajah yang sebelumnya tidak mengenal pendidikan, dengan adanya imperialisme, bisa mengecap pendidikan. Begitu juga dengan kolonialisme, bisa jadi yang bisa mengenyam pendidikan hanya kaum bangsawan saja, tapi setidaknya ada, kan?
  5. Penjajahan membuat semua rakyat di negara terjajah memiliki rasa nasionalisme tinggi, mereka bersatu dan merasa punya tanggung jawab untuk memerdekakan negaranya. 
Kerugian :
  1. Apabila negara penjajah melakukan kolonialisme, berarti secara otomatis sumber daya alam dan sumber daya manusia di negara yang dijajah akan dieksploitasi secara besar-besaran, tanpa memikirkan efek bagi negara yang dijajah
  2. Rakyat jajahan tidak memiliki kebebasan hidup yang layak, banyak diantara mereka yang mati karena kelaparan atau disiksa.
  3. Negara terjajah kehilangan kedaulatannya di bidang politik, ekonomi, budaya, dsb.
Masuknya pengaruh gaya hidup yang tidak baik ke negara terjajah.

VOC ~Verenigde Oost-Indische Compagnie~

VOC pertama kali dibentuk untuk membendung EIC (East India Company), kongsi dagang buatan Inggris yang mulai menguasai asia. Para pedagang Belanda takut terjadi persaingan diantara pedagang.
Untuk menghilangkan persaingan antar pedagang Bealnda dan untuk mengahdapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya, maka pada tanggal 20 Maret 1602, atas prakarsa Pangeran Maurits dan Olden Barneveld didirikan kongsi perdagangan bernama Verenigde Oost-Indische Compagnie-VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang di kepalai oleh Francois Wittert.
Di Indonesia, VOC berusaha mengisi kas keuangannya yang kosong. VOC menerapkan aturan baru yaitu Verplichte Leverantie atau penyerahan wajib. Tiap daerah diwajibkan menyerahkan hasil bumi kepada VOC menurut harga yang telah ditentukan. Hasil bumi yang wajib diserahkan yaitu lada, kayu manis, beras, ternak, nila, gula, dan kapas.
Selain itu, VOC juga menerapkan Prianger stelsel, yaitu aturan yang mewajibkan rakyat Priangan menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada VOC. Dari aturan-aturan tersebut, VOC meneguk keuntungan yang sangat besar.
            Hal ini membuat VOC menjadi sebuah bagian penting dalam perdagangan di indonesia, walaupun banyak kerugian yang kita dapat. Namun, bagaimanapun satu satunya cara berdagang di Indonesia harus melalui VOC. Hal ini yang membuat VOC dapat bertahan lama di Indonesia, walaupun akhirnya hancur karena banyaknya hutang

            VOC dibuat di Indonesia untuk :
a.       Menghindari persaingan dagang tidak sehat diantara sesama pedang Belanda sehinggan keuntungan maksimal dapat diperoleh.
b.      Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya.
c.       Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spayol yang masih menduduki Bealnda.

Supaya dapat melaksanakan tujuan dengan mudah VOC diberikan hak-hak istimewa ( Hak Octroi ) dari pemerintah Belanda yang berisi :
a.    Hak monopoli perdagangan
b.    Hak mencetak dan mengedarkan uang
c.    Hak mengangkat dan memperhentikan pegawai
d.   Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja
e.    Hak memiliki tentara sendiri
f.     Hak mendirikan benteng
g.    Hak menyatakan perang dan damai
h.    Hak mengangkat dan memperhentikan penguasa-penguasa setempat.

Karena hak-hak yang dimiliki VOC ini, menyebabkan VOC berkembang pesat, bahkan Portugis mulai terdesak. Untuk mengusung kepentingan VOC diangkatlah gubnur jendral VOC yang pertama yaitu Pieter Both (1610-1614). Pada masa gubnur jendral J.P Coen menilai Jayakarta lebih strategis, pada tahun 1611 berhasil direbutnya dan diubah namanya menjadi Batavia. Kota ini lalu dijadikan pusat kekuasaan VOC di Indonesia

KONGSI DAGANG 

·        Oei Tji Sien
Selain VOC, Semarang pernah mencatatkan diri sebagai ”penghasil” kongsi ketika pada 1863 silam, seorang Tionghoa-Indonesia bernama Oei Tji Sien mendirikan sebuah perusahaan bernama Kian-gwan Kongsi dengan modal 3 juta gulden. Perusahaan ini mengekspor hasil bumi terutama gula dan ikan, kemudian mengimpor teh dan sutra dari Tiongkok.
Sejarah mencatat, antara tahun 1890-1903, perusahaan ini mampu meraup keuntungan hingga 18 juta gulden. Saat tongkat estafet perusahaan diambil alih oleh Oei Tiong Ham (putra Oei Tji Sien), Kian-gwan Kongsi berhasil melakukan ekspansi hingga mencatatkan diri sebagai konglomerat multinasional pertama di Asia Tenggara. Masa orde baru juga pernah menjadi tempat tumbuhnya kongsi bisnis besar yang dijalin Sudwikatmono, Liem Sioe Liong, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad yang terkenal dengan sebutan Gang of Four (G-4).
 Di masa pemerintahan Presiden Soeharto, G-4 berhasil menelurkan tak kurang dari 300 perusahaan. Tak heran, saat itu nasib jutaan orang di seluruh negeri nan elok ini; Indonesia, ada di tangan mereka. Boleh jadi, apa yang dilaporkan wartawan senior Majalah Trust Hardy R Hermawan benar. Setelah era VOC, inilah kongsi bisnis terkuat yang pernah ada dalam sejarah Indonesia.

·        East India Company
Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Britania sering disebut John Company, merupakan sebuah perusahaan saham-gabungan dari para investor dengan tujuan untuk menolong hak perdagangan di India. Perusahaan berubah dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke salah satu yang memerintah India ketika perusahaan ini mengambil fungsi pemerintahan dan militer tambahan, sampai pembubarannya pada 1858.
Adam Smith menulis, "Perbedaan antara konstitusi Britania yang jenius yang melindungi dan memerintah Amerika Utara, dan dari yang perusahaan perdagangan menekan dan mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari negara-negara tersebut."

Sumber :