Selasa, 28 April 2015

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia



KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA

Kolonialisme dan Imperialisme tidak selamanya menyebabkan kerugian bagi negara yang dijajah. Keadaan ini juga menyebabkan beberapa keuntungan diantaranya :
  1. Infrastruktur negara yang dijajah dikembangkan oleh negara penjajah. Seperti pembangunan Jalan Anyer-Panarukan yang dibangun pada masa kekuasaan Daendels. Sampai sekarang, jalan ini masih bisa dipergunakan dengan baik. Apalagi pada waktu itu teknologi pembangunan Indonesia masih sangat jauh dengan Belanda, sehingga bisa kita lihat saat ini bangunan bangunan kuno peninggalan Belanda masih banyak yang berdiri kokoh hingga kini karena dibangun dengan teknologi yang sudah maju.
  2. Negara penjajah yang melakukan ekpsploitasi terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia, membuat negara yang dijajah mengetahui potensi negara yang dimilikinya
  3. Negara penjajah banyak meninggalkan peninggalan budaya yang positif seperti musik, pakaian, dan arsitektur.
  4. Negara terjajah yang sebelumnya tidak mengenal pendidikan, dengan adanya imperialisme, bisa mengecap pendidikan. Begitu juga dengan kolonialisme, bisa jadi yang bisa mengenyam pendidikan hanya kaum bangsawan saja, tapi setidaknya ada, kan?
  5. Penjajahan membuat semua rakyat di negara terjajah memiliki rasa nasionalisme tinggi, mereka bersatu dan merasa punya tanggung jawab untuk memerdekakan negaranya. 
Kerugian :
  1. Apabila negara penjajah melakukan kolonialisme, berarti secara otomatis sumber daya alam dan sumber daya manusia di negara yang dijajah akan dieksploitasi secara besar-besaran, tanpa memikirkan efek bagi negara yang dijajah
  2. Rakyat jajahan tidak memiliki kebebasan hidup yang layak, banyak diantara mereka yang mati karena kelaparan atau disiksa.
  3. Negara terjajah kehilangan kedaulatannya di bidang politik, ekonomi, budaya, dsb.
Masuknya pengaruh gaya hidup yang tidak baik ke negara terjajah.

VOC ~Verenigde Oost-Indische Compagnie~

VOC pertama kali dibentuk untuk membendung EIC (East India Company), kongsi dagang buatan Inggris yang mulai menguasai asia. Para pedagang Belanda takut terjadi persaingan diantara pedagang.
Untuk menghilangkan persaingan antar pedagang Bealnda dan untuk mengahdapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya, maka pada tanggal 20 Maret 1602, atas prakarsa Pangeran Maurits dan Olden Barneveld didirikan kongsi perdagangan bernama Verenigde Oost-Indische Compagnie-VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang di kepalai oleh Francois Wittert.
Di Indonesia, VOC berusaha mengisi kas keuangannya yang kosong. VOC menerapkan aturan baru yaitu Verplichte Leverantie atau penyerahan wajib. Tiap daerah diwajibkan menyerahkan hasil bumi kepada VOC menurut harga yang telah ditentukan. Hasil bumi yang wajib diserahkan yaitu lada, kayu manis, beras, ternak, nila, gula, dan kapas.
Selain itu, VOC juga menerapkan Prianger stelsel, yaitu aturan yang mewajibkan rakyat Priangan menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada VOC. Dari aturan-aturan tersebut, VOC meneguk keuntungan yang sangat besar.
            Hal ini membuat VOC menjadi sebuah bagian penting dalam perdagangan di indonesia, walaupun banyak kerugian yang kita dapat. Namun, bagaimanapun satu satunya cara berdagang di Indonesia harus melalui VOC. Hal ini yang membuat VOC dapat bertahan lama di Indonesia, walaupun akhirnya hancur karena banyaknya hutang

            VOC dibuat di Indonesia untuk :
a.       Menghindari persaingan dagang tidak sehat diantara sesama pedang Belanda sehinggan keuntungan maksimal dapat diperoleh.
b.      Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya.
c.       Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spayol yang masih menduduki Bealnda.

Supaya dapat melaksanakan tujuan dengan mudah VOC diberikan hak-hak istimewa ( Hak Octroi ) dari pemerintah Belanda yang berisi :
a.    Hak monopoli perdagangan
b.    Hak mencetak dan mengedarkan uang
c.    Hak mengangkat dan memperhentikan pegawai
d.   Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja
e.    Hak memiliki tentara sendiri
f.     Hak mendirikan benteng
g.    Hak menyatakan perang dan damai
h.    Hak mengangkat dan memperhentikan penguasa-penguasa setempat.

Karena hak-hak yang dimiliki VOC ini, menyebabkan VOC berkembang pesat, bahkan Portugis mulai terdesak. Untuk mengusung kepentingan VOC diangkatlah gubnur jendral VOC yang pertama yaitu Pieter Both (1610-1614). Pada masa gubnur jendral J.P Coen menilai Jayakarta lebih strategis, pada tahun 1611 berhasil direbutnya dan diubah namanya menjadi Batavia. Kota ini lalu dijadikan pusat kekuasaan VOC di Indonesia

KONGSI DAGANG 

·        Oei Tji Sien
Selain VOC, Semarang pernah mencatatkan diri sebagai ”penghasil” kongsi ketika pada 1863 silam, seorang Tionghoa-Indonesia bernama Oei Tji Sien mendirikan sebuah perusahaan bernama Kian-gwan Kongsi dengan modal 3 juta gulden. Perusahaan ini mengekspor hasil bumi terutama gula dan ikan, kemudian mengimpor teh dan sutra dari Tiongkok.
Sejarah mencatat, antara tahun 1890-1903, perusahaan ini mampu meraup keuntungan hingga 18 juta gulden. Saat tongkat estafet perusahaan diambil alih oleh Oei Tiong Ham (putra Oei Tji Sien), Kian-gwan Kongsi berhasil melakukan ekspansi hingga mencatatkan diri sebagai konglomerat multinasional pertama di Asia Tenggara. Masa orde baru juga pernah menjadi tempat tumbuhnya kongsi bisnis besar yang dijalin Sudwikatmono, Liem Sioe Liong, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad yang terkenal dengan sebutan Gang of Four (G-4).
 Di masa pemerintahan Presiden Soeharto, G-4 berhasil menelurkan tak kurang dari 300 perusahaan. Tak heran, saat itu nasib jutaan orang di seluruh negeri nan elok ini; Indonesia, ada di tangan mereka. Boleh jadi, apa yang dilaporkan wartawan senior Majalah Trust Hardy R Hermawan benar. Setelah era VOC, inilah kongsi bisnis terkuat yang pernah ada dalam sejarah Indonesia.

·        East India Company
Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Britania sering disebut John Company, merupakan sebuah perusahaan saham-gabungan dari para investor dengan tujuan untuk menolong hak perdagangan di India. Perusahaan berubah dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke salah satu yang memerintah India ketika perusahaan ini mengambil fungsi pemerintahan dan militer tambahan, sampai pembubarannya pada 1858.
Adam Smith menulis, "Perbedaan antara konstitusi Britania yang jenius yang melindungi dan memerintah Amerika Utara, dan dari yang perusahaan perdagangan menekan dan mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari negara-negara tersebut."

Sumber :

Kamis, 05 Maret 2015

candi – candi di Indonesia



Kali ini saya akan berbagi tentang beberapa info seputar candi – candi di Indonesia

v Perbedaan candi hindu dan budha

Karena didasari oleh agama dan budaya yang berbeda, tentu terdapat beberapa perbedaan diantara candi hindu dan candi budha. Perbedaan ini terlihat dari lapisan bangunan, bentuk candi, ada tidaknya stupa, hiasan pada candi, serta fungsi dari candi itu sendiri. Berikut perbedaan candi hindu dan budha

Candi Hindu
Candi Budha
1.    Terdiri dari 3 bagian :
1.     Bhuloka(bagian bawah) : lambang kehidpan dunia
2.    Bhurvaloka(bagian tengah) : lambang alam penantian
3.    Syarloka(bagian atas) : kehidupan para dewa
1.     Terdiri dari 3 bagian :
1.   Kamadhatu : lambang perjalanan hidup manusia
2.   Rupadhatu : gambaran hawa nafsu manusia
3.   Arupadhatu : kehidupan manusia yang sudah meninggal
2.    Candi Hindu pada umumnya punya bentuk yang lebih tinggi dan menjulang
2.    Candi Budha punya tampilan yang agak datar
3.    Tidak akan menemukan stupa pada candi Hindu karena punya bentuk yang lancip pada bagian atas
3.    Terdapatnya stupa yang ada di bagian puncak atau tengah.
4.    Untuk Candi Hindu, hiasan arca yang digunakan adalah patu dewa Trimurti yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu kemudian ditambah dengan Durgamashisasuramardini, Agastya dan Ganesha
4    Candi Budha arca yang dipasang terdiri dari beberapa kelompok yaitu kelompok Dyani Budha dan Dyani Bodhisatwa.
5    Candi Hindu lebih sering menggunakan relief untuk menggambarkan cerita Ramayana dan Krisnayana.
5    Budha cerita yang ditampilkan adalah Lelitavistara dan Avadana atau Jataka. 
6    Candi Hindu juga sering dipakai sebagai tempat untuk memakamkan raja atau menyimpan abu pembakaran jenazah
6    Candi Budha hanya digunakan sebagai tempat atau sanggar untuk pemujaan kepada dewa-dewa saja.
7      Contoh candi bercorak hindu :
Candi Prambanan(Jogjakarta),
Candi Gedong Songo(Semarang),
Candi Cangkuang(Garut,Jawa Barat),
Candi Dieng(Dataran Tinggi Dieng),
Candi Panataran (Blitar,Jawa Timur)
7      Contoh candi bercorak Budha :
Candi Borobudur(Magelang,Jawa Tengah),
Candi Sewu(Klaten,Jawa Tengah),
Candi Mendut(Magelang,Jawa Tengah),
Candi Sanggrahan(Tulungagung,Jawa Timur),
Candi Jago(Malang)


Perbedaan Candi di Jawa Tengah dan di Jawa Timur




Perbedaan gaya artsitektur bangunan dapat di pengaruhi berbagai hal, salah satunya letak geografis. hal ini juga terjadi pada gaya arsitektur candi di jawa tengah dan candi di jawa timur. Kebanyakan candi di jawa tengah adalah peninggalan kerajaan budha, sedangkan di jawa timur kebanyakan candi adalah peninggalan kerajaan hindu

No
Perbedaan
Candi Jawa Tengah
Candi Jawa Timur
1
Bentuk
Tambun(pendek, besar)
Ramping
2
Atap
Stupa/Ratna
Kubus
3
Ragam Hias
Timbul, Natural
-
4
Menghadap Arah
Timur
Barat
5
Letak Candi Induk
Tengah
Belakang
6
Pintu
Relung(kalama kara)
-
7
Bahan Dasar
Batu Kali/Batu Andesit
Batu Bata

v Candi yang digunakan untuk tempat penyimpanan abu raja

Kegunaan candi disetiap daerah berbeda beda, tergantung pada kepentingan dan tradisi masyarakat daerah tersebut. Candi ada yang digunakan sebagai tempat peribadatan adapula yang digunakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah. Berikut beberapa candi yang digunakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah :

1.     Candi Jawi (nama asli: Jajawa) adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan . Candi ini diperkirakan digunakan untuk menyimpan sebagian abu dari Raja Kertanegara.
2.     Candi Singosari adalah candi Hindu - Buddha peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari yang berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Candi ini juga diperkirakan digunakan untuk menyimpan sebagian abu dari Raja Kertanegara.
3.     Candi Ngetos terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer arah selatan kota Nganjuk. Bangunannya terletak ditepi jalan beraspal antara Kuncir dan Ngetos. Diperkirakan ketika  Hayam Wuruk wafat dari Kerajaan Majapahit, jenasahnya dibakar dan abunya disimpan di Candi Ngetos.
4.     Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di dalam kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. Tepatnya, candi ini berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, atau sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan raya Mojokerto—Jombang. Diperkirakan abu dari Raja Brawijaya I,II,II dan IV disimpan disini.
5.     Candi Gunung Kawi merupakan sebuah kuil abad yang ke-11 di Tampaksiring berdekatan Ubud di pulau Bali, Indonesia. Ia terletak bersebelahan Sungai Pakrisan. Diperkirakan Raja Bali dari kerajaan Bali abunya disimpan disini.
6.     Candi Pawon adalah nama sebuah candi, peninggalan Masa Klasik, yang terletak di Kabupaten Magelang. Diperkirakan Raja Indra dari Dinasti Syailendra abunya disimpan disini.

sumber :